My Books

Wednesday, November 14, 2012

(Artikel Wisata) Keliling Bangkok, dimuat di Leisure Republika



Artikel ini pernah dimuat di Leisure Republika, 24 April 2012. Teknis pengirimannya ada di sini. Seperti biasa, yang saya posting adalah versi yang belum diedit. Semoga bermanfaat. :)


Keliling Bangkok

            Banyak wisatawan yang was-was berkunjung ke Bangkok akhir tahun lalu karena berita banjir yang melanda kota itu. Padahal, pusat kota Bangkok masih bisa dikunjungi. Beberapa tempat memang terendam air. Namun, Bangkok telah mempersiapkan diri dengan baik. Karung-karung penahan banjir diletakkan di tempat-tempat strategis untuk mengantisipasi genangan air. Dan ketika banjir surut, bekas-bekas banjir segera dibersihkan.
            Dari segi transportasi, di Bangkok, wisatawan bisa bepergian dengan apa saja. Berbagai moda transportasi di sini terjangkau harga tiketnya, tepat waktu, dan cepat. Semuanya serba teratur dan bersih sehingga wisatawan nyaman menggunakannya.
            Bangkok salah satu kota modern yang tidak meninggalkan nilai-nilai tradisi. Selain gedung-gedung bertingkat dan mal-mal yang dibangun, mereka masih mempertahankan bangunan-bangunan bersejarah. Perpaduan itu menimbulkan kesan yang unik. Tak salah jika Bangkok termasuk kota yang memesona di Asia. Dikelilingi kanal-kanal di seputar kota membuat Bangkok rawan banjir. Namun ini tak menyurutkan nyali wisatawan untuk datang. Keramahan penduduk dan berbagai tempat wisata di Bangkok lebih menarik untuk dikunjungi.

Chao Praya
Melintas di Chao praya
Sungai Chao Praya merupakan sungai utama dan terlebar di Thailand. Membentang sepanjang 372 km, di kanan kiri sungai ini terdapat banyak bangunan dan tempat wisata. Beberapa hotel besar juga berada di pinggir sungai ini. Para wisatawan dapat melakukan perjalanan wisata dengan kapal yang menyediakan layanan dinner cruise. Pemandangan di malam hari sungguh memesona dihiasi kerlip lampu dari gedung-gedung di sepanjang sungai. Suasana terlihat romantis dan hangat.
Jika Anda melakukan perjalanan siang hari, tak ada salahnya mampir duduk-duduk di dermaga untuk memberi makan ikan-ikan dan burung yang terbang di sekitar dermaga. Makanan ikan dan burung itu dijual khusus di dekat dermaga.
Dengan tiket one day service pass 150 Baht per orang untuk dewasa, dan 80 Baht per orang untuk anak-anak, para wisatawan dapat menyusuri sungai sepuasnya sambil berpose dengan latar belakang kuil yang terletak di pinggir sungai.

Grand Palace
Jika ingin pergi ke Grand Palace, para wisatawan dapat menggunakan kapal menyusuri Sungai Chao Praya. Setelah itu apabila ingin melanjutkan perjalanan ke Wat Pho (yang terdapat patung Budha tidur), tinggal naik kapal menyeberangi Sungai Chao Praya.
Detail ornamen yang menarik
Tiket masuk Grand Palace 400 Baht (sekitar 120 ribu rupiah). Tiket itu berlaku untuk wisatawan luar Thailand. Sementara untuk pengunjung warga negara Thailand, mereka tidak perlu membayar tiket masuk. Grand Palace buka setiap hari mulai pukul 08.30-15.30.
Untuk masuk ke dalamnya, pengunjung harus berpakaian sopan. Pengunjung tidak diperkenankan mengenakan pakaian tanpa lengan, tembus pandang, sandal ataupun celana pendek atau rok mini. Jika kebetulan mengenakan pakaian seperti itu, mereka menyediakan persewaan kain di dekat pintu masuk. Sangat disarankan untuk datang di pagi hari. Apabila sampai di sana pada siang hari, sebaiknya membawa topi atau payung untuk melindungi diri dari sengatan matahari. Jangan lupa membawa sebotol air minum agar puas menikmati detail bangunan di dalam Grand Palace karena air minum hanya dijual di luar kompleks Grand Palace.
Grand Palace merupakan salah satu bangunan kebanggaan masyarakat Thailand yang wajib dikunjungi. Arsitekturnya yang sangat memukai dengan warna dominan kuning keemasan membuat bangunan ini nampak memikat diabadikan di dalam foto. Di sore hari ketika pantulan sinar matahari yang keemasan berpadu dengan warna kuil, akan semakin menarik untuk diabadikan.
Menurut sejarahnya, dahulu di tahun 1782, Rama I menjadikan Bangkok sebagai ibu kota. Lalu mendirikan Wat Phra Kaew, yaitu kuil Emerald Budha. Wat Phra Kaew digunakan untuk menempatkan patung Budha yang paling berharga yang berasal dari abad ke-14. Tahun 1784 dibangunlah tempat kediaman keluarga raja di tempat itu, yang disebut Grand Palace.
Selain kuil-kuil dan bangunan penting, di dalam kompleks ini juga terdapat lukisan-lukisan yang menceritakan sejarah Thailand di sepanjang dinding. Sejak abad ke-20 keluarga raja tidak lagi tinggal di kompleks ini. Namun, Grand Palace tetap terjaga keindahan dan nilai historisnya.

National Museum
National Museum terletak di Na Phrothat Road, tak jauh dari Grand Palace. Museum ini bisa dikunjungi pukul 09.00-16.00. Tiket masuk 200 Baht per orang (sekitar 60 ribu rupiah).
National Museum dibangun pada akhir abad ke 18. Apa saja yang ada di sini? Pengunjung bisa melihat berbagai benda bernilai historis sejak jaman Sukothai hingga Rattanakosin. Misalnya koleksi senjata, keramik, tekstil, bahkan beras kebanggaan rakyat Thailand ada di sini.
Di National Museum
Di bagian lain dari museum ini terdapat sebuah rumah yang disebut Rumah Merah (Tam Nak Daeng) karena warnanya yang dominan merah. Juga terdapat kereta untuk pemakaman keluarga kerajaan. Kereta ini biasanya digunakan untuk melakukan upacara kremasi. Kereta tersebut nampak megah dihiasi dengan detail ornamen yang sangat rumit. Sekali waktu, ada petugas-petugas yang ditugaskan untuk membersihkan kereta tersebut dari debu.

Belanja di Pharurat Market, Pratunam Market dan Chatuchak Market
Bepergian tanpa membawa buah tangan kurang lengkap rasanya. Beberapa tempat belanja yang dapat dikunjungi di Bangkok antara lain Pharurat Market, Pratunam Market, dan Chatuchak Market. Ketiga tempat tersebut menawarkan harga yang murah. Apabila ingin membeli barang dalam jumlah besar katakan saja bahwa ingin membeli grosir.
Souvenir seperti gantungan kunci, magnet kulkas, postcard, dan juga hiasan meja sangat banyak variasinya. Berbagai macam model baju dari baju anak-anak hingga dewasa juga dengan mudah dapat ditemukan. Aksesoris, dekorasi rumah, tas, hingga makanan bertebaran di segala penjuru pasar.
Khusus untuk Chatuchak Market, pasar ini hanya buka di hari Sabtu-Minggu. Pengunjung bisa ke pasar ini menggunakan BTS Sky Train atau MRT Subway dan berhenti di Stasiun BTS Mo Chit atau MRT  Chatuchak Park.
Chatuchak Market sangat luas. Ada sekitar 15000 kios di pasar tersebut. Agar tak tersesat mintalah peta di pusat informasi atau kantor polisi terdekat. Di tengah pasar ada menara jam tinggi yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan arah. Kunjungi pasar ini di pagi hari. Selain matahari belum terlalu terik, penjual biasanya mau menurunkan harga jika ditawar.
Jika lelah, di dekat Chatuchak Market ada sebuah taman bernama Chatuchak Park. Sambil duduk, pengunjung bisa menikmati pemandangan burung-burung yang berterbangan, ikan hias di danau, atau sekadar makan camilan. Taman itu bersih dan berumput hijau.

Perlihatkan Kesantunan
Meskipun sebagian besar warganya sudah modern, namun kesopanan sangat diperhatikan di Bangkok. Di kuil-kuil kenakan pakaian tertutup. Saat masuk ke dalam kuil lepaskan alas kaki dan tidak berisik. Jagalah kebersihan dengan membuang sampah di tempat sampah. Bahkan di stasiun kereta kebersihannya terjaga baik.
Masyarakat Thailand sangat menghormati Raja Thailand dan keluarga istana. Di jam-jam tertentu yaitu pukul 08.00 dan 18.00 lagu kebangsaan Thailand akan dikumandangkan. Di tempat-tempat umum, masyarakat Thailand akan berdiri tegak sambil menyanyikan lagi tersebut.

Makanan Khas Thailand
Seafood
Seafood merupakan hidangan yang tak boleh dilewatkan, terutama bagi penggemar seafood. Sea ood di Bangkok sangat segar dan terjaga cita rasanya. Bagi muslim yang bepergian ke Bangkok seafood adalah salah satu hidangan yang aman mengingat di sana banyak makanan yang terbuat dari daging babi.
Tom Yam Kung adalah salah satu makanan khas Thailand yang berbahan dasar seafood. Sup dengan kuah pedas asam ini terasa segar dipadu dengan udang, cumi, dan ikan. Jika disajikan hangat rasanya sangat mengundang selera.
Di Tom Yam Resto yang berada di Khaosan Road banyak pilihan sea food yang ditawarkan. Mulai dari kerang, tom yam kung, hingga gurame asam manis semuanya terasa gurih karena dagingnya yang masih segar. Sebagai gambaran, untuk makan dua orang dengan porsi Tom Yam Kung, Gurame Asam Manis, nasi, sayur, dan minuman menghabiskan sekitar 780 Baht (sekitar Rp 234.000,-). Harga yang pantas untuk makanan seenak itu.
Variasi makanan yang lebih banyak dapat dinikmati di berbagai mall dan pusat perbelanjaan seperti Siam Paragon. Pada waktu-waktu tertentu ada festival makanan yang diadakan di sana. Kerang hijau yang besar dan segar bisa menjadi pilihan. Kerang hijau ini sangat nikmat disajikan hangat.

Pancake Thailand
Entah apa nama aslinya, namun makanan yang serupa dengan serabi ini juga disebut pancake Thailand. Merupakan campuran dari krim, kelapa, telur, dan jagung. Secara keseluruhan cita rasanya manis gurih. Makanan ini bisa dijual oleh pedagang kaki lima di sepanjang jalan hingga di kios-kios di dalam mall. Makanan ini dapat dicoba sebagai camilan pengganjal perut jika lapar saat berjalan-jalan.
Jika membeli di pinggir jalan, satu buah pancake ini bisa dinikmati hanya dengan harga 10 Baht per potong.

Serangga Goreng
Bagi penjajal berbagai makanan, makanan ekstrem ini mungkin merupakan makanan yang wajib dicicipi. Meski bentuknya menakutkan, serangga merupakan makanan berprotein tinggi. Serangga goreng renyah, gurih, dan crispy.
Penjaja serangga goreng dapat ditemukan di pinggir jalanan kota Bangkok. Satu kantung harganya 20 Bath.

Naik Apa?
Banyak maskapai penerbangan yang membuka rute Jakarta-Bangkok. Jika ingin mendapatkan tiket low fare, lebih baik booking jauh-jauh hari. Air Asia bisa merupakan salah satu pilihan. Jika beruntung, mungkin bisa memperoleh tiket sekitar Rp 2.000.000,- pp per orang. Tersedia pula pilihan tiket sekaligus akomodasi. Bila mengambil paket ini, harga yang dibayarkan akan jauh lebih murah.
Dari Bandara Svarnabhumi, Bangkok ke pusat kota tersedia Airport Rail Link mulai dari jam 06.00 sampai tengah malam. Ada dua jenis kereta Airport Rail Link yaitu, Suvarnabhumi Airport Express atau SA Express Line yang cepat dan eksklusif, serta Suvarnabhumi Airport City Line (SA City Line). SA City Line lebih lama jarak tempuhnya, namun cukup nyaman. SA City Line ini berhenti di delapan stasiun yaitu Phaya Thai, Ratchaprarop, Makkasan, Ramkhamhaeng, HuaMak, Ban Thap Chang, Lat Krabang, Svarnabhumi. Dengan tiket seharga 35 Baht per orang, penumpang dibawa ke pusat kota sambil menikmati pemandangan kota Bangkok.
Di pusat kota Bangkok, tak perlu khawatir kesulitan berkeliling kota. Bangkok memiliki berbagai moda transportasi, antara lain bus, taxi, tuk-tuk (semacam bajaj), BTS Sky Train, MRT, dan kapal yang melintas di Sungai Chao Praya. BTS Sky Train dan MRT merupakan pilihan yang cukup nyaman untuk berkeliling Bangkok karena berhenti di tiap stasiun. Tiket berkisar antara 20-35 Bath per orang bisa diperoleh dengan menukarkan uang ke dalam mesin dengan koin pengganti tiket. (Fita Chakra)

Akomodasi
Banyak hotel berbagai tingkatan yang berada di pusat kota. Tinggal pilih sesuai bajet. Jika dana terbatas, tersedia bisa menginap di FX Hotel Makkasan, Ecotel Pratunam atau beberapa penginapan di kawasan Khaosan Road. Banyak backpacker tourist yang menginap di kawasan ini. Cek tarif hotel di www.khaosandroad.com.


FX Hotel Makkasan
1643/5 New Phetchaburi Road Makkasan, Ratchathevi

Ecotel Pratunam
1091/333-4 new Pectaburi Road 35

Rambuttri Village Inn & Plaza
95 Soi Rambuttri, Chakkra Phong Road, Phra Nakorn

4 comments:

  1. love your article Fita :-)
    kalau ndak keberatan , silahkan kirim artikel ke website kami. saya tunggu. tx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih tawarannya. :) Boleh tahu alamat webnya? :)

      Delete
    2. Sudah saya kunjungi webnya. Ini e-mail saya: fhyta08@gmail.com

      Delete
  2. Mau kesana....ihr, suami saya duluan kesana dengan cerita yang sama dengan mba fita, tapi luar biasa dah penyusunan kalimatnya.

    ReplyDelete